Senin, 30 November 2015

Aku dan Ibuku

Aku dan Ibuku


Sore itu hujan turun hampir redah
yang tersisah hanya rintikan air yang menyenangkan
daun-daun yang segar dan angin sepoi-sepoi yang menjatuhkan sisa-sisa air hujan yang membasahi kalbu
aroma dunia yang sangat khas karena hujan telah memandikan panasnya


dan sore itu seorang ibu menggendong anak kecilnya
sambil mendekapnya erat agar tidak terjatuh
sedangkan hujan rintik-rintik masi membasahi bumi
tangan kanan ibu itu diletakkan di atas kepala anaknya

sungguh terharu melihatnya
mungkin waktu kecil ibuku juga seperti itu bahkan lebih
bahkan hujanpun dilawan untuk anaknya
agar tak setitikpun membasahi anak yang mungkin saja tidak mengerti kelakuan ibunya

ibuku
sungguh aku mencintaimu
sungguh tak ada raga yang kuat selain dirimu
sungguh tak ada cahaya yang terang selain nasihatmu

ibuku
sungguh berdosanya diriku
ketika keringatmu kubalas dengan gertakan
ketika kasih sayangmu ku balas dengan rasa malu
ketika cintamu ku balas dengan kebohongan

ibuku
andai bisa aku mengungkapkan semuanya
sungguh tak berartinya diriku tanpa perananmu
semoga kamu menjadi kekasih Allah yang di Ridhoi


                                                                                                           By; WA